Kamis, 10 Oktober 2013

ANEMIA DALAM KEHAMILAN



ANEMIA DALAM KEHAMILAN

A.    DEFINISI ANEMIA DALAM KEHAMILAN
Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari 12 gr% (Winkjosastro, 2002). Sedangkan anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kadar <10,5 gr% pada trimester II (Saifuddin, 2002). 

B.     TANDA DAN GEJALA ANEMIA PADA KEHAMILAN
Tanda anemia pada kehamilan yakni pada pemeriksaan fisik dijumpai pasien yang pucat, terutama pada konjungtiva dan jaringan di bawah kuku, perubahan jaringan epitel kuku, nafsu makan turun, disphagia dan pembesaran kelenjar limpa.
Gejala anemia pada kehamilan yaitu ibu mengeluh badan cepat lelah, lemah, sering pusing, mata berkunang-kunang, konsentrasi hilang, dan keluhan mual muntah lebih hebat pada hamil muda.

C.    PENYEBAB ANEMIA DALAM KEHAMILAN
Menurut Mochtar, disebutkan bahwa penyebab terjadinya anemia adalah :
1.      Kurang Gizi (Mal Nutrisi)
Disebabkan karena kurang nutrisi kemungkinan menderita anemia
2.      Kurang Zat Besi Dalam Diet
Diet berpantang telur, daging, hati atau ikan dapat membuka kemungkinan menderita anemia karena diet.
3.      Mal Absorbsi
Penderita gangguan penyerapan zat besi dalam usus dapat menderita anemia. Bisa terjadi karena gangguan pencernaan atau dikonsumsinya substansi penghambat seperti kopi, teh atau serat makanan tertentu tanpa asupan zat besi yang cukup.
4.      Kehilangan banyak darah : persalinan yang lalu
Semakin sering seorang anemia mengalami kehamilan dan melahirkan akan semakin banyak kehilangan zat besi dan akan menjadi anemia. Jika cadangan zat besi minimal, maka setiap kehamian akan menguras persediaan zat besi tubuh dan akan menimbulkan anemia pada kehamilan berikutnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar